Listen

My New Novel

Curcol & Review Supernova: Gelombang

3:43:00 AM Nikotopia 38 Comments




Hallo Guys Thank you udah mampir ke Blog saya dan Review buku Supernova: Gelombang.
Oiya SERIBU TAHUN MENCINTAIMU, Novel saya akan release maret, 2017 ini. Kisah tentang Cinta yang membara seribu tahun, nggak percaya cinta bisa membara seribu tahun? Cek dan baca deh, pasti kamu jadi percaya. Seribu Tahun Mencintaimu ada di Wattpad dan Storial. Yuk mampir kesana, jangan lupa komen dan voted yah. terima kasih.

Dan Sekarang selamat menikmati Review Supernova: Gelombang.




Review ini, lebih banyak curcol saya akan Buku Supernova: Gelombang yang selesai saya baca. Banyak detil di buku ini yang saya komentari dan Prediksi saya pada Supernova Intelegensi Embun Pagi. Jadi ini sangat Spoiler. Ingat saya sudah memperingatkan, bahwa ini Spoiler. Bila anda belum baca Buku Supernova, jangan baca tulisan saya. Lebih baik baca dulu semua novel Supernova, baru silahkan mampir ikut berspekulasi dengan saya.

Mari kita mulai perjalanan ini.



Saya selalu suka dengan Sajak pembuka di halaman setelah Daftar Isi. Dee selalu membuat sajak menarik yang mewakili setiap karakter.

Pada keping 43. Saya sangat terpukau dengan Gio yang masih terus mencari Diva. Hingga ia bertemu lagi dengan The Man with red Montera, Amaru. Yang menjelaskan keberadaan Diva, dengan secarik kain dan 4 batu. Itu keren gilak!

Ada kalimat The Man with red Montera, yang membuat saya waspada: “Tetap berhati-hati, Senor. Bukan Cuma pemandu yang tepat yang diberikan untuk kalian. Melainkan, juga musuh-musuh yang tepat.” Dan The Man with red Montera menyuruh Gio menuju Lembah Urubamba untuk menemui seseorang yang akan membuka ingatannya. Tunggu, Amaru bilang kalian? ingatan? Jangan-jangan Gio salah satu; S. Siaaaaal--- adegannya bikin jantungan, Gio hanya ditinggalkan batu dengan simbol (). Jantung saya berdegup kencang.

Keping 44. Awal saya kaget, loh kok Ichon? Bukannya Alfa yah tokohnya. Kenapa Ichon, kalau nama panggilan jauh banget dari Alfa. Dan tentu saja saya kontan terbahak Ichon dari Thomas Alfa Edison, kejutan yang menggelegarkan tawa saya, Dee memang bisak ajah kalo ngasih nama Tokoh!

Namun entah mengapa masa-masa Alfa di Sianjur Mula-Mula alurnya begitu terburu-buru. Kemunculan Si Jaga Portibi yang magis pada saat upacara Gondang. Lalu mimpi Alfa terjatuh di tembok batu, dengan gambar simbol yang ia kenal. Dan ada celah cahaya di atasnya. (*mohon diingat Mimpi Alfa adalah hal paling penting dari Novel ini)

Lalu Nai GomGom yang seolah kesurupan, seperti Guru Ramal Harry Potter, Trelawney. Memberikan pertanda pada Alfa. Dan twisted karakter si Ompung Togu Urat, serta kejutan Ompung Ronggur Panghutur yang menceritakan siapa Alfa sebenarnya!

Momen paling besar ketika Alfa duduk di dek kapal, dan bernyanyi bersama Frank Sinaga dan memilih nama Alfa Sagala. Itu adalah Planting Alfa, bahwa dia akan pergi ke New York. The City That Never Sleep.

Kepindahan Alfa ke Jakarta, menjadi loncatan besar. Sayang Dee tidak menceritakan Alfa yang bergadang dan menikmati kesendiriannya, menulis TTS atau mendentingkan gitar. Golden Momen ketika kesunyian menjadi sahabat Alfa dan membuat adegan Alfa jatuh tidur secara tidak sengaja dan bermimpi. Kembali melihat tembok batu itu dengan lebih jelas, dan Si Jaga Portibi. Di Jakarta pun hanya selintas lewat saja.

Ketika dengan mudah, seperti memang sudah ditakdirkan. Saat Eten diperintahkan Ayahnya bekerja di sana, itu membangkitkan lagi hasrat Alfa akan New York. Eten gentar, Alfa bertaruh pada dirinya sendiri. Dengan mengajukan diri. Dan Alfa pun berhasil ke New York.

Dari sini saya ingat, Formula Hero Journey yang selalu diterapkan Dee di Akar, Petir dan Partikel. Begitu pula pada Gelombang. Jadi kalau ada yang bilang sama dengan Partikel, menurut saya itu karena formula alur yang digunakan. Terlebih lagi secara Karakter, Akar, Petir dan Partikel punya ciri sendiri, satu hal yang sama, semua karakter ini punya selera humor yang bagus menurut saya.

Perjuangan Alfa di Hoboken, dan New York. Semua terasa biasa. Tidak ada planting Alfa jatuh tertidur dan bermimpi, apalagi Si Jaga Portibi tidak muncul. Hanya sekilas bayangan saja. Tidak ada keanehan yang berarti. Pun di tengah kehidupan Alfa di New York, tidak ada adegan yang menaikan adrenalin lagi. mulai dragging.

Dee tidak memberikan detil info, entah apa saya yang terlewat, bahwa ia akan bermimpi bila tidur dalam kurun waktu satu jam. Info ini Alfa sebutkan di Somniverse. Saya mengharapkan informasi ini ada di saat Alfa di Jakarta. 

Ada satu adegan yang saya sukai, momen di mana Alfa bermain gitar di club untuk memenangkan kompetisi. Dan dia tidak menang, hanya juara favorit. Perasaan Alfa di adegan ini menjadi acuan saya pada ending review ini. Tentang tidak selamanya kita bisa mendapatkan apa yang kita mau, meski kamu hebat melebihi apapun.

Adrenalin pun naik kembali ketika Troy dan Carlos memberikan kartu nama untuk hadiah ulang tahun Alfa. Satu hal yang saya pelajari dari Dee, beliau punya formula ketika Tokoh Utama bertemu dengan Tokoh Penting lainnya, ia akan menggunakan satu adegan magis, dan sayangnya adegan di kasih kartu nama oleh Troy dan Carlos di ultah Alfa sangat biasa sekali. Tidak senampar, ketika Ferre hendak menolak semua wartawan yang ingin mewawancaranya dan melihat kupu-kupu putih masuk dari jendela melayang sejenak lalu keluar lagi. Biasanya Dee menggunakan hal magis itu, seperti di Petir sebelum ketemu Ibu Sati dikira rumahnya, rumah berhantu.

Ketegangan kembali naik, ketika Alfa akhirnya bertemu dengan Ishtar. WHAT! Ishtar, Star yang tetek-nya ditatto sama Bodhi? Isthar Summer.

Cerita mengalir begitu cepat, Saat bercinta dengan Ishtar, Ingatan Alfa seperti mengetahui siapa Isthar sebenarnya. Dan Alfa pun bermimpi: ada Ishtar dan Si Jaga Portibi. Setelah sadar dan ditinggalkan Ishtar. Alfa masuk ke Somniverse. Gegara ia tertidur 5 Jam, dan itu membuatnya panik. Nicky dan Dr. Collins membantu Alfa, untuk belajar Lucid Dream. Sebab Alfa shock melihat rekaman dirinya yang ternyata tubuhnya mencari cara untuk membunuh dirinya sendiri saat tidur. Hingga Alfa bermimpi, ia mulai menyadari sesuatu, mimpinya sebuah informasi.

Dan lagi-lagi, sayang banget ada adegan yang dibuat biasa saja, nggak berkesan, saat Alfa membeli buku bekas Di Upper East Side. Buku Milam Bardo yang ditulis Dr. Kalden Sakya. Dari buku itu, Alfa mencoba banyak tehnik agar bisa memahami mimpinya.

Hingga Alfa bermimpi lagi, di tempat yang sama tembok yang menjulang tinggi, lalu ada Si Jaga Portibi dan kapur, Alfa berusaha mencoret tembok dengan kapur. Namun Alfa kembali terbangun dengan keadaan yang menyakitkan. Dan belum tahu apa arti Mimpinya. (*Clue-nya di mimpi yaaah diingat) Alfa mendapat penjelasan dari Dr. Colin, bahwa ada satu kasus Kalden Sakya tidak kembali ke New York. Satu kasus dimana Kalden Sakya menghilangkan seorang Oneironauts. Maka Alfa pun menyuruh Carlos untuk mencari tahu keberadaan Kalden Sakya.

Memang seperti Repetitif, namun Mimpi-Mimpi Alfa mulai berkembang. Paling mengejutkan Alfa bermimpi di suatu tempat dengan tanah yang berpasir dan berkilau. Ada beberapa bangunan dengan atap meliuk melayang jauh di atas Alfa. Salah satu bangunan yang simbolnya begitu akrab Alfa lihat. Meletuplah kata, “Asko.” O-ow! Asko itu dimensi lain? Dan sepertinya tebakan saya di Partikel tentang portal yang menuju Dimensi Lain, jangan-jangan ke Asko.

Alfa pun bertemu dengan seorang Perempuan dengan tubuh tinggi semampai, garis muka tajam, mengenakan gaun kelabu dengan bagian tepi putih dan bebat kain putih dipinggang. Dan cara bicaranya seperti pada Surat untuk Akar dan Partikel. Oh tidaaakk, jangan-jangan ini, DIVA! Dan ya setelah masuk ke Asko kedua kali, Perempuan itu menjawab, Gugus sebelum kalian. Penjaga Kandi di Asko. Kode nama, Bintang jatuh! Jreng! Apaaaa gue bilang, ini Divaaa! Alfa masuk kembali ke mimpinya yang tembok menjulang tinggi, kali ini ia menyadari siapa Si Jaga Portibi, dan tembok yang berdenyut hidup. Alfa menyadari bahwa tempat tembok itu bernama; Antarabhava.

Aaakkkk! Bener-bener, akhirnya sang Supernova muncul di Asko. Sebangunnya Alfa dari Asko, ia menggambar tentang realitas, semacam penjelas seperti The Man with red Montera, tetapi dengan bahasa gambar yang dimana ada tangga spiral. Di mana Asko dan realitas kita adalah dua dunia dalam satu koin. RectoVerso. Dari situ Alfa sadar, itu bukan mimpi. Tetapi memang Alfa ditakdirkan untuk bisa masuk ke Asko dan ada sesuatu di sana. Shirata satu kata kunci yang harus Alfa ketahui dan hanya Kalden Sakya yang tahu.

Lewat Rodrigo, Alfa tahu keberadaan Kalden Sakya di Tibet. Namun tidak dengan keberadaan Ishtar. Maka berangkatlah ke Tibet dengan sedikit drama di mana Nicky pengen ikut, yang bisa saya tebak sejak menawarkan pelukan, Nicky ngebet sama Alfa. Dan diperkuat perkataan Carlos.

Di Tibet, Alfa dipandu oleh Pemba-la, orang yang sanagat Alfa percaya. Ia mulai mencari keberadaan Kalden Sakya. Hingga Alfa putus asa dan saat makan di sebuah kedai. Ini momen magis! Karena sang pemilik kedai memberikan semangkuk Mie. Alfa bingung dan memanggil si pemilik kedai, dan Alfa bilang tidak pesen mie. Si pemilik kedai pun mengatakan Alfa sering memesan makanan ini, Alfa ngeyel bilang belum pernah ke kedai ini. Si pemilik kedai mengucapkan kata, “Ah you Forget. It’s ok. Eat. No pay.” Ini plantiiingg pasti bakal ada yang lebih jeder lagi deh pasti!

Saat hendak belanja alat musik. Alfa dicopet, bukan dompetnya tetapi carik kain yang menyimpan 4 batu! Alfa terkejut. Ia mengejar, namun udara tipis Tibet tidak bisa membuatnya lincah berlari dan Alfa terengah-engah. Memasuki sebuah lorong tinggi dan bau kotoran, hanya ada celah di atas kepala Alfa dengan cahaya matahari menyorot. Sialan logis banget adegan ini, Dee bener-bener deh gemes saya! Alfa tersadar saat ia merasakan sesuatu di kantung seharusnya carik kain berisi batu itu. Saat ia merogoh kantungnya, ada kapur di sana. Deng! Nah kan apa hayo ini!

Alfa tersadar, pada tembok ada tiga coretan kapur, sama yang ada di dalam Mimpi yang selalu menghantuinya. Dan Alfa melihat celah atas yang dimasuki cahaya matahari, lalu di depan pintu tak terduga Alfa menemukan simbol lingkaran dengan cuatan ombak di tengah yang berwarna orange. Alfa masuk dan disambut pencopet cilik yang mengambil batu-batunya. Dan di sana Kalden Sakya menyambut Alfa.

Yang paling mengerikan adalah, Kalden Sakya berkata, bahwa lorong tembok tinggi, lalu kapur dan simbol di depan pintu adalah semua permintaan Alfa. Alfa sudah merancang kehidupannya sebagai Alfa Sagala—dari ia lahir sampai ia berdiri di depan Kalden Sakya—di kehidupan sebelumnya. Mimpi-mimpi tentang tembok itu dari kecil hingga besar adalah petunjuk akhir menuju Kalden.

Sungguh saya shock! Apalagi Kalden Sakya mengatakan tentang Tulpa: batu-batu yang dibawa Alfa, Gugus yang memancar untuk mengenali gugus lain. Tulpa yang selalu menemani bila Alfa reinkarnasi, berganti tubuh dan Si Jaga Portibi adalah Tulpa yang selalu menemani Alfa.

Lalu ada Harbinger/Peretas, Infiltrant, dan Savara. Kalden Sakya menjelaskan semuanya, betapa dunia realitas sekarang, adalah penjara, dan beruntung mereka yang amnesia. Bagi Kalden Sakya menjadi Infiltran adalah kutukan. Bila ia kaum Amnesia, ia bisa jatuh cinta pada Bumi berkali-kali. Dan Alfa adalah kaum Amnesia, yang saya yakin Bodhi, Elektra, dan Zarah adalah kaum Amnesia. Dan mereka punya rencana besar ketika mereka ingat satu sama lain.

Infiltrant adalah mereka yang tetap menyambung informasi untuk Kaum Amnesia. Informasi agar mereka ingat siapa mereka sebenarnya dan ada rencana besar yang akan mereka lakukan. Lalu Savara, kaum yang menyamar dengan sikap baik dan nampak tersamarkan kejahatannya, yang tujuannya untuk membunuh kaum Amnesia. Agar gagal dalam mewujudkan rencana mereka.

Namun misi belum kelar, Captain! Kalden pun mengajak Alfa ke pondoknya tempat ia retreat. Menyuruh Alfa kembali ke Asko dan ia bisa membantu Alfa bertahan lama di Asko dengan Shirata yang dibutuhkan Alfa. Namun tidak di Lhasa, terlalu banyak Savara. Maka berangkatlah, Kalden Sakya, Alfa, Norbu, Nicky dan Pemba-la. Sampai di desa Norbu, Kalden menyuruh Alfa untuk berangkat berdua, dan terjadi konflik batin Alfa, teringat tentang hal Togu Urat. Alfa takut Kalden Sakya adalah Savara. Maka Alfa mengajak Pemba-la.

Sampai di jembatan yang rapuh, Pemba-la membuat kepercayaan Alfa menghilang pada Kalden. Dan Pemba-la mengajak untuk menyeberangi jembatan dan menyuruh Alfa meninggalkan Kalden. Dan saat itu. Pemba-la menusuk pisau ke dada Alfa, namun tidak kena. Alfa langsung sadar, Pemba-la Savara, Kalden menolong Alfa dan Pemba-la jatuh ke sungai di bawah jembatan dengan ketinggian yang dapat membunuh siapapun yang berani loncat.

Alfa panik dan menjelaskan, Sarvara tidak pernah bisa mati. (*Clue lagi nih)
Sampai di pondok Alfa yang kaget melihat ada Nicky, dan sedikit konflik. Agak ribet menurut saya. Pun memulai tertidur, dengan berbekal mantra yang Alfa baca di buku Mulam Bardo. Alfa kembali ke Asko. Dan disana, Alfa masuk ke dalam lingkaran yang melayang di udara, kandi Alfa. 

Alfa pun akhirnya menyadari siapa ia sebenarnya. Ia sudah mengunduh semua informasi. Ternyata lingkaran melayang itu adalah gelombang dan Alfa adalah lingkaran itu dalam wujud Manusia.

Yang paling shocking lagi. Saat Alfa berhadapan dengan Bintang Jatuh. Alfa bertanya ngapain Bintang Jatuh di sini, karena yang mendesain Asko adalah Alfa. WHAATTT! Alfa arsitek dari Asko. Dan ia akan menemukan kelima temannya. Gugus Oktahedral.

Ini yang bikin saya berpikir. Kenapa Bintang Jatuh terusir. Sang Gugus sebelumnya.

Dan pada ending Gelombang yang makin mengejutkan, saat Alfa terbang ke Jakarta. Salah satu penumpang yang duduknya di sebelah Alfa telat datang. Dan memperkenalkan diri, ia bernama Kell. Apalagi Alfa merasakan denyut yang memberinya alarm, ada Infiltrant, Savara atau Harbinger di pesawat yang ia tumpangi.

JRENG!

Sungguh cerita Gelombang memang sangat Mind-Blowing. Dee mengembangkan lagi dunia Supernova. Banyak istilah baru yang dibuka di Gelombang, seperti Sarvara, Infiltrant, Harbinger. Dee memang bisak ajah! Bikin saya penasaran!

Prediksi saya:

Gio adalah salah satu Harbinger. (*Ya iyalah semua juga udah tahu) Dari 6 orang. Bodhi, Elektra, Zarah, Alfa, Gio dan satu lagi spekulasi saya adalah Ferre. Karena dia Ksatria.

Kell bisa berarti dua hal. Infiltrant atau Sarvara. Tetapi saya lebih yakin adalah Sarvara. Ingat kata-kata Amaru dan Kalden tentang musuh yang tepat. Setiap Harbinger memiliki Sarvara yang tepat. Dan Kell pernah mati kena ranjau. Kenapa Kell, Dee sepertinya ingin di Intelegensi Embun Pagi, pembaca akan terluka hatinya, sebab Dee membuat pertarungan besar antar karakter yang tadinya saling mengasihi, memercayai dan mencintai.Menjadi musuh mereka.

Gambarannya begini:
Kell adalah Sarvara untuk Bodhi.
Ishtar adalah Sarvara untuk  Alfa.
Mpret kemungkinan Sarvara Elektra.
Firas adalah Sarvara untuk Zarah
Diva adalah Sarvara untuk Ferre dan Gio. Salah satu dari Ferre atau Gio akan mati. Gio kelihatannya, karena lebih dramatik, pembaca cewek juga tahu Gio kece badai dari muka sampai kaki.

Masih spekulasi lain. Surat untuk Akar dan Partikel itu yang bikin Diva, untuk memancing semua masuk ke Asko dan pertarungannya di Asko yang baru ciptaan Alfa.

Pertanyaan saya, ketika Akar, Petir, Partikel dan Gelombang sudah saling bertemu, termasuk Gio dan Ferre. Lalu mereka masuk ke Asko. Terus apa arti Matahari Kelima akan terbenam, apakah ada bencana besar? Melihat timeline yang ada di Novel Supernova, Spekulasi saya apakah ini ada hubungannya dengan tsunami di Aceh?

Diva sang Gugus Pertama, Bintang Jatuh? Mereka mengumpulkan para Harbinger untuk apa?

Apalagi di Gelombang, Alfa bertanya kenapa Bintang Jatuh ada di sini,  Di Asko? Karena Alfa tidak percaya pada Bintang Jatuh. Lalu mereka berdua menghilang.

Saya merasa, nanti Supernova Intelegensi Embun Pagi, bakal twist ending. Spekulasi saya seperti Komik RG Veda Clamp, (*saya lupa-lupa ingat baca tahun 2001 waktu itu dan komiknya hilang dipinjem temen yang juga menghilang entah di mana) 

Tentang si kecil Ashura yang dibuang ke Kekkai dan ditemukan oleh Yasha, mereka mencari tahu tentang Gugus 7 Bintang dan mengumpulkan mereka untuk melawan Raja yang menguasai langit dan dunia. Tetapi sebenarnya, saat Gugus berkumpul dan hendak melawan. Ashura membunuh semua Gugus untuk diambil kekuatannya dan menjadi Ashura. Ternyata Raja Langit dan Dunia itu pun kekasih dari Ayah Ashura. Dan memohon agar membunuh semua Ashura agar tidak terjadi takdir Ashura. Membinasakan semua Klan. tetapi raja langit juga mati. dan Ashura hanya bisa takluk oleh Yasha, yang selalu ada disampingnya setiap saat. (*kalo nggak salah)

Ruang spekulasi Grand Finale Supernova makin membesar. Dee memang bikin saya gregetan, dan ia berusaha membuat cerita tidak tertebak. 


Sebelum saya tutup curcolan ini, saya menyadari satu hal. Banyak pembaca di luar sana selain saya banyak berharap, Supernova Gelombang harusnya begini dan ini. Namun akhirnya saya ngeh: Dee Lestari membuat Supernova tidak untuk mengenyangkan harapan kita. Tapi membuat kita penasaran. Dee sudah merancang konsep ini tahun 2001, DNA-nya sudah ada. Tugas Dee meriset dan menambahkan informasi dalam DNA Supernova yang kemudian merekahkan dalam bentuk adegan.

Namun karya Dee yang Supernova. Termasuk mengubah pandangan saya terhadap Hidup. Saya merasa dulu belum menemukan kata yang tepat, tentang saya yang sejatinya mencari, meretas jalan untuk tahu sebenarnya untuk apa kita di Bumi ini? Lalu Karya Supernova Dee menjadi peta, menjadi informasi, penghiburan, serta menemukan Kata yang tepat untuk diri saya: Pathfinder. Dan saya salah satu Pathfinder, seperti kebanyakan Pathfinder yang di luar sana dan pernah saya temui pada perjumpaan yang tidak terduga.

Satu lagi, saya adalah Pembaca Dee yang juga ter-aDEEksi. Buat fans yang lebih berat, garis keras, dan hardcore, dari saya. Please jangan maksa dan nanya kapan Intelegensi Embun Pagi keluar, itu seperti maksa dan memburu Dee. Biar waktu yang menjodohkan kita. Percaya deh, itu akan Indah pada Waktunya.

Untuk Mbak Dee Lestari, Be Save, Be Healty as always. Selamat berproses kembali. Kami semua menunggu Supernova: Intelegensi Embun Pagi. Dalam gejolak kami masing-masing.

Namaste _/|\_
Nikotopia



38 comments:

  1. Nice article ^_^
    Kalo menurut saya, Kell dan Ishtar adalah Sarvara dan Infiltrant, jadi keduanya berlawanan. Soalnya di Supernova:Akar dijelasin kalo keduanya saling membenci dan Kalden bilang bahwa Sarvara dan Infiltrant tidak bisa bersama di suatu tempat untuk waktu yang lama.
    Tapi mungkin saja, Sarvara bagi Peretas yang satu adalah Infiltrant untuk Peretas yang lain.
    Matahari ke-5 menurut Mitologi Aztec adalah dunia yang kita tempati saat ini. Matahari2 yang sebelumnya (atau dunia2 yang sebelumnya) telah hancur berkali2, hingga sampai di dunia yang sekarang (Matahari ke-5).

    Tapi ini cuma opini saya. Kemungkinan salahnya besar dan sungguh saya berharap kalo saya salah hehehe...

    Salam ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Anita Daniel

      Terima kasih sebelumnya sudah mau mampir di blog saya
      Dan ah iya, Kell dan Ishtar saling tidak suka satu sama kain.
      Saya ingat. Entah kenapa feeling saya Kell dan Ishtar, mereka berdua Sarvara.

      Semoga tebakan kita salah juga, biar makin keren Mbak Dee bikin twist-nya.
      Saya juga ngeh tentang Mitologi Aztec, Matahari Ke-Lima. Nah saya itu menebak tahun-tahun yang ditulis Dee dibuku cetakan terbaru (Sepertinya direvisi banyak, penyesuaian waktu)
      Dari sana saya bertanya, nanti Matahari Ke-lima bencananya apa? Tsunami? Atau hilang ingatan dan lahir kembali lagi di Matahari ke-6?

      Semoga Mbak Dee bisa bikin kita puas kelojotan di Buku Grand Final Supernova nanti. Soalnya tebakan-tebakan ini makin bikin kita bertanya-tanya dan mengembangkan jalur cerita sesuai tebakan kita. Kalo bener disyukuri, nggak bener juga disyukuri hahahaha.

      Have a great day, Anita Daniel.

      Delete
    2. Iya bener banget Nikotopia ^_^

      Baru "ngeh" dengan tahun2 yang direvisi ya di cetakan baru untuk Supernova, karena dulu bacanya yang edisi lama. Ternyata ada penyesuaian tahun untuk Akar dan Petir edisi baru ya :)
      Dan sungguh saya berharap salah, sangat2 salah biar ngerasa dibawa naik roller coaster oleh Mbak Dee. Dan semoga juga Dhimas-Ruben muncul lagi setelah terakhir makan malam anniversary mereka gagal berantakan.

      Menunggu sambil berspekulasi itu menyenangkan :D

      Have a great day to you too, Nikotopia

      Delete
    3. Hahaha ya akan sangat menyenangkan. Selamat menunggu.

      Delete
  2. Keren juga, sayangnya aku masih nyampai dibuku yang ketiga... klo Gelombang sih kayaknya bakalan memiliki banyak kejutan nih, untung udah ada spoilernya, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Alvan Muqorobbin

      Wah sayangnya jangan baca dulu curcol saya, hahaha tapi sudah kebacut semoga perjalanan membaca Supernova: Gelombang lebih mengasikkan ketimbang curcolan saya.

      Have a great day, Alvan.

      Delete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Mas, sudah liat filmnya? Aku ndak berani liat lho. Hahahaha.

    Eniwey, kapan dolan ke Solo Mas? Mbak Dee mau bikin acara di Solo tgl 8 Maret ini. Doakan aku bisa ketemu ya, Mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Bar

      Uwes, hah! kecewa banget aku.

      aku kemarin kae nang jenawi ngurusi omah jenawi ambruk kenek longsor sawah atas. sibuk ngurusi keluarga, mengko nak dolan tak kabari meneh.

      pasang fotone yen ketemu, salam buat Mbak Dee.

      Delete
  5. mpret adalah sarvara bagi elektra.. hikz, hikz, hikz, dan menjadi sedih, saya sudah cinta mati ma si mpret ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih prediksi saya sajah, bisa jadi bukan. . . kita tunggu saja di Supernova: IEP. Salam _/|\_

      Delete
  6. Alur cerita gelombang ini apa ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baca ajah Mas Rachmat, Novel Supernova gelombang. nggak seru kalo dibilangin, jadi bisa tahu, alur ceritanya gimana.

      Delete
  7. saya merasakan supernova adalah manifestasi keyakinan dee , mungkin dee mengalami pengalaman spiritual yg amat istimewa , tapi diuar semua itu kereeen virus jaring laba2 nya udah parah menyebar sekarang :) sukses buat dee

    ReplyDelete
  8. Saya juga berpikir seperti itu, terlepas dari itu, Dee memang orang yang keren. Namaste.

    ReplyDelete
  9. nice review, brader!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Bang Brewok. (^___^) V

      Delete
  10. Nikoo. Percaya atau nggak. Gw baru baca KPBJ - Partikel baru minggu lalu. Di rumah udah ada akar, petir n partikel dr 2 thn lalu sbnrnya, tapi ga pernah kebaca krn KPBJ-nya belom sempet kebeli terus lupa mulu. Gw suka banget sama Partikel. Soalnya kan gw penganut teori konspirasi dan percaya UFO itu ada 😆😆😆. Baru mau baca Gelombang. Review-an lo tetep bikin gw penasaran. Sbnrnya gw penikmat cerpen sih. Suka banget filosofi kopi. Tp supernova bikin masa2 SMA gw balik lagi. Menamatkan 1 novel dalam 1-2 hari. Kaya dulu baca Harpot. Partikel malah gw baca seharian. Ikutan ter-aDEEksi. 😅😅😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Dewiiiiiii.... lama tak bersua

      seneng deh lu udah baca Supernova.
      Hahaha seperti yang kita bincangkan di bbm yah, lu memang paling suka sama teori konspirasi.

      kalo kumcer Dee, yang paling gue suka Rico De Coro dari Kumcer Filosofi Kopi.

      sama waktu SMA dulu gue juga harus menamatkan satu novel satu hari, tapi dulu gue bisa namatin sehari dua novel. karena novel pendek sih, karya Enid Blyton yang Lima Sekawan gue keranjingan itu buku dari gue SD.

      Selamat ter-aDEEksi yah. kita tunggu Grand Final Supernova.

      Delete
  11. halo pathfinder
    seneng banget bisa ketemu sesama. haha really, good to see you.
    aku selalu nyari orang yang sama gilanya sama karya Dee, tapi susah. mereka sih rata-rata suka sama yang ringan kayak madre atau rectoverso. padahal sih aslinya selalu ada yang beda di setiap karyanya Dee.

    anyway, agak setuju sih kalo Kell sama Ishtar itu Sarvara. secara disebutin kalo Sarvara itu selalu tertarik sama Harbinger. imho, Diva itu emang Bintang Jatuh, tapi kok kesannya anomali ya? dia seperti udah 'inget' dari sononya. padahal kan Harbinger itu kaum Lupa. oiya, jangan lupain Guru Liong sama Firas. kayaknya mereka itu Infiltrant buat Bodhi dan Zarah. (btw Firas kemana sih -_-)


    dan setelah aku baca Gelombang, aku bikin kesimpulan.
    1. Diva gak pernah lupa
    2. The Harbingers. Akar = Bodhi, Petir = Elektra, Partikel = Zarah, Gelombang = Alfa, Bintang Jatuh = Diva (tapi masih belum yakin kalo doi salah satu gugus), (?) = Gio.
    3. Sarvaras = Ishtar, Kell, Nicky (probably?), Togu Urat
    4. Infiltrant = Ferre, Ronggur Panghutur, Kalden Sakya, Guru Liong, Firas.

    sialnya aku udah nonton supernova dan GIO DIHILANGKAN bikin aku gak terima bgt soalnya udah bayangin siapa yang jadi Gio. kayaknya sih Soraya Intercine nya mikir 1000x untuk ngefilemin Akar atau nggak. hahah

    oiya sebelumnya disebutin nggak sih kalo sesama gugus bisa saling jatuh cinta? secara Gio cinta mati tuh sama Diva -_-

    cmiiw and i hope obrolan kita bisa berlanjut sampe intelejensi embun pagi (soalnya otak kayak mau meledak kalo ga di share *hiks)

    namaste _/I\_

    ReplyDelete
    Replies
    1. ohiyaa, lupa nambahin. kalo udah nonton inception, pasti tau limbo. nah karakteristiknya limbo kayaknya bisa disamain entah itu Asko atau Antarabhava. cara masuknya ke limbo mirip cara masuk ke Asko, tapi sifatnya limbo lebih mirip Antarabhava yaitu "tempat buangan"

      cmiiw ^^v

      Delete
    2. limbo kan alam mimpi lapis ke3 kalo ga salah dan yg masuk kesana trus mati disana katanya ga bakalan idup lagi, kira2 sapa aja yg bakalan masukk ke asko ya, para Harbinger dan Infiltran atau sama Sarvara juga

      Delete
    3. Hallo juga Pathfinder - Gadis Maulida

      Saya juga senang bisa ngobrol dan komen disini. Nggak apa-apa, kalo kebanyakan suka sama karya Dee yang lain. Ini masalah selera saja, dan kamu berselera di Supernova. Sebenarnya banyak yang gila dengan karya Dee, atau fans Hardcore Supernova. Mereka susah karena mereka memendam pemikiran, menunggu terjawan di Episode Terakhir. Ada beberapa teman saya, tidak mau sharing dengan saya, hahaha mereka takut jawaban mereka salah, dan menunggu IEP keluar.

      Kabar baiknya IEP akan terbit, dari nukilan di buku Supernova dan feeling saya sudah final cover. Saya selalu track info ini dari beberapa akun IG Editor Bentang: ketika sedang mengedit Supernova Intelegensi Embun Pagi.

      Diva kalo spekulasi saya dia Sarvara sebenarnya, apalagi Gelombang mengusir Bintang Jatuh dari Asko. Sebab Gelombang bilang arsitek Asko adalah dirinya.

      Guru Lion tentu saja Infiltrant, Kell Sarvara Bodhi. Firas... emm saya merasa dia Sarvara, kalo pun Infiltrant ya nggak apa-apa. tapi saay merasa Firas Sarvara, sebab Zarah tidak punya musuh yang ditakdirkan untuknya. Atau bisa jadi Pacar Zarah-lah Sarvaranya.

      Firas menurut imajinasi saya, pergi ke dimensi lain atau Asko lewat portal yang ada di Bukit jambul. Saya agak yakin Firas dan Diva bekerjasama.

      Saya juga kecewa ketika menonton Film Supernova, menang setting saja. Sebenarnya berharap, Akar dan yang lain di film-kan tapi ya saya mah mengalir saja.

      Saya ngehnya di perkataan, Kalden Sakya dan The Man With Red Montera: diberikan musuh yang tepat dan pembimbing yang tepat untuk Harbinger. Gio Jatuh Cinta Sama Diva, Kalo Diva Sarvara, Diva mungkin akan membunuh Gio. Sebab dari awal ada ramalan satu harbinger akan mati. Saya feeling Gio.

      Dimas dan Ruben sepertinya akan muncul lagi, tapi jadi sekutu Diva. mereka tidak sadar bila dikelabui Diva. Dimas dan Ruben tersadar dan akhirnya akan membantu para Harbinger. Seperti formula film-film luar, ada karakter yang tadinya musuh mejadi sekutu. Itu sih tebakan saya.

      Kalo Limbo di Inception iya turun ke dasar mimpi, pake lift, dan lebih ke nerakanya mimpi, kita jatuh disana bisa ratusan tahun, tapi di dunia nyata cuma sejam, misal. Residu Mimpi di Limbo lebih lama. Antarabhava itu tangga berputar menuju ke bawah, tetapi di dasar tangga ad agerbang menuju Asko, dibuat Psikologi Alfa ketakutan di kira Neraka tetapi malah menyadarkan dirinya menuju Asko dan menyadarkan siap dirinya sebenarnya.

      @Imron: Keliatannya Para Harbinger yang bakal masuk ke Asko untuk mengunduh ingatan tentang tujuan mereka hidup di bumi. Di Keping akhir novel Partikel, Elektra dan Bodhi bersalaman, dan mereka terpental, hingga Petir dan Akar saling mengenali satu sama lain. Apalagi lambang novel petir Antah Karana, atau di Rainbow Bridge, itu seperti Tangga Menurun Antabharva. Elektra punya kemampuan mengingatkan para Harbinger dengan setrumnya, hahaha itu sih yang saya tangkap.

      Oke Gadis dan Imron, semoga kita bisa komen-komenan lagi blog ini saat saya review: Novel Supernova terakhir. Have a great Life.


      Delete
    4. umm aku tetep ngerasa DIva itu anomali. hahah entah karena apa dia sepertinya gabungan antara Harbinger, Infiltrant dan Sarvara.

      oh ya, Ferre, Rana, Arwin kayaknya juga ga mungkin cuma sweetener di KPBJ deh. kayaknya kok cuma 3 orang ini yang ga nymbung jalan ceritanya sama overall supernova. Ibu Suri menjanjikan IEP bakal menyatukan semua karakter di sebelum-sebelumnya. bakal pecah kayaknya. hahahha

      Firas sarvara?? ngga terpikir sih. tapi kok dia nggak berusaha membunuh Zarah ya? ya meskipun mereka bapak-anak sih tapi kan sarvara selalu akan berusaha membunuh harbinger. still, nggak yakin akan Diva dan Firas. 2 org yang ga jelas munculnya darimana (meskipun ada bodhi yg tiba-tiba muncul di vihara. hahahah) dan akan berbuat apa dan hubungannya apa dengan para harbinger itu. yang jelas sih feelingku mereka memegang peran penting.

      soal film gak yakin deh kalo orang indonesia bisa nerima cerita selanjutnya. remember bodhi's life? bahkan melakukan perjalanan sampai ke vietnam, myanmar or thailand? budgeeetttsssss hahahaha (underestimate banget ya -_-). yang masih memungkinkan yah bikin petir. masih sederhana kan settingnya di bandung. partikel juga susah, harus ke london sampai afrika juga. apalagi gelombang, di new york segitu lamanya, bahkan ke tibet -___-" kalo memang bisa pun juga bakal lama dan sulit (semoga tidak mengecewakan)

      can we tuker-tuker surel?
      jaga-jaga buat kalo kehilangan arah (we're pathfider right? hehe)

      namaste, and have a great life too
      gadismaulida@gmail.com

      see you all di Asko yhaaaaaa hihihihihi

      Delete
    5. umm aku tetep ngerasa DIva itu anomali. hahah entah karena apa dia sepertinya gabungan antara Harbinger, Infiltrant dan Sarvara.

      oh ya, Ferre, Rana, Arwin kayaknya juga ga mungkin cuma sweetener di KPBJ deh. kayaknya kok cuma 3 orang ini yang ga nymbung jalan ceritanya sama overall supernova. Ibu Suri menjanjikan IEP bakal menyatukan semua karakter di sebelum-sebelumnya. bakal pecah kayaknya. hahahha

      Firas sarvara?? ngga terpikir sih. tapi kok dia nggak berusaha membunuh Zarah ya? ya meskipun mereka bapak-anak sih tapi kan sarvara selalu akan berusaha membunuh harbinger. still, nggak yakin akan Diva dan Firas. 2 org yang ga jelas munculnya darimana (meskipun ada bodhi yg tiba-tiba muncul di vihara. hahahah) dan akan berbuat apa dan hubungannya apa dengan para harbinger itu. yang jelas sih feelingku mereka memegang peran penting.

      soal film gak yakin deh kalo orang indonesia bisa nerima cerita selanjutnya. remember bodhi's life? bahkan melakukan perjalanan sampai ke vietnam, myanmar or thailand? budgeeetttsssss hahahaha (underestimate banget ya -_-). yang masih memungkinkan yah bikin petir. masih sederhana kan settingnya di bandung. partikel juga susah, harus ke london sampai afrika juga. apalagi gelombang, di new york segitu lamanya, bahkan ke tibet -___-" kalo memang bisa pun juga bakal lama dan sulit (semoga tidak mengecewakan)

      can we tuker-tuker surel?
      jaga-jaga buat kalo kehilangan arah (we're pathfider right? hehe)

      namaste, and have a great life too
      gadismaulida@gmail.com

      see you all di Asko yhaaaaaa hihihihihi

      Delete
    6. Semua itu akan dikuak di Supernova: Intelejensi Embun Pagi. Sabar, sebentar lagi keluar. Hohoho... Semua orang berpegang pada spekulasi cerita masing-masing. kita lihat nanti.

      Sama halnya dengan saya.

      Soal Film, sekarang banyak film dengan setting luar di film Indonesia, New York, London. memang budet bermain, tapi Supernova Ksatria Putri dan Bintang Jatuh, itu budgetnya besar sekali. Saya pikir dengan budget yang sama bisa bikin Akar. Sebab cerita Akar sangat gampang juga seperti Petir.

      Kenapa gampang---sebab saya pernah backpacking 5 negara hanya budget 6 juta---Bodhi berbackpack ke 3/4 negara Asia, kalau nggak salah.

      Yang paling sulit adalah konten dari plot cerita skenario, dan diwujudkan ke visual. Lalu kekuatan Sang Aktor. bisa nggak mainin Dialog dan menjiwai. Itu menurut saya yang sulit. Meski sulit, Waktu selalu berbaik hati untuk mengasah Aktor.

      Setting tempat, semua bisa diatur oleh uang dan jadwal. Indonesia udah maju secara perfilm-an, saya kerja di belakang layar perfilman dan televisi dan saya banyak menerima informasi baik tentang perfiman Indonesia.

      Kalo memang Supernova ditetapkan menjadi proyek film 10 tahun ke depan, Setting Afrika dan Tibet bisa diraih oleh Movie Maker yang membuatnya, meskipun harus memakai sutradara luar, saya yakin itu bisa diraih. Kita sudah maju lagi, selangkah demi selangkah di Dunia Film. ini didukung teknologi, dan bakat semua Movie Maker (didalamnya Kru-Kru hebat)

      Seandainya Afrika kesusahan, kita masih punya studio dan green screen. Mau setting kayak the Martians pasti kita bisa. Ini tinggal bagaimana Movie Maker bekerja, tehnik yang harus dihadapi.

      Pathfinder seperti saya selalu bersyukur tersesat atau kehilangan arah. Saya selalu suka bertemu tanpa ada berita terlebih dahulu, kan jaman sekarang seringnya orang bertemu janjian dulu.

      Saya suka yang bertemu tidak terduga, ngasah ketajaman hati, telepati dan intuisi. Paling suka jika pertemuan dikarenakan Takdir " Hidup sangat Indah" rasanya, karena unik, nggak sama dengan manusia lainnya.

      Tapi blog ini utopia saya, saya sering main kesini.
      dan nikotopia@gmail.com ini kotak surat saya.


      Namaste.




      Delete
  12. Replies
    1. Sila, terima kasih atas share infonya.

      Namaste.

      Delete
  13. Hai salam kenal :)
    Saya baru sempet selesai baca supernova yang gelombang *telat banget*. Saya sependapat sama review yang ditulis di atas. Tapi yang saya masih penasaran sampai sekarang, bagaimana dengan ruben dan dimas? Dia ini Infiltran juga apa gimana, karena walaupun udah baca supernova lima-limanya, tapi ksatria, putri, dan bintang jatuh ini paling susah menghubungkan tokoh-tokohnya, menurut saya sih, hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Anggraeni

      Kalo spekulasi saya: Dimas dan Ruben sepertinya akan muncul lagi, tapi jadi sekutu Diva. mereka tidak sadar bila dikelabui Diva. Dimas dan Ruben tersadar dan akhirnya akan membantu para Harbinger. Seperti formula film-film luar, ada karakter yang tadinya musuh mejadi sekutu. Itu sih tebakan saya.

      Saya dulu baca Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh juga sampai lebih sepuluh kali untuk mencoba memahami Cerita di dalam Cerita, atau bisa disebut cerita dalam bingkai. Kalo menghubungkan Tokohnya, Dimas Ruben, Gio, Ferre dan Diva yang paling penting. Rana juga penting, untuk pemanis dari cerita perselingkuhan Ferre, yang akhirnya membuat Ferre menyadari eksistensinya. Karena akhirnya Diva memilh Ferre dan Gio, saya menebak Diva, Gio dan Ferre akan terlibat pertarungan terakhir, Gio adalah Harbinger, mungkin Ferre juga. itu tebakan saya, kita tunggu saja Bukunya yang sebentar lagi keluar.

      Delete
  14. Saya Masih penasaran dengan sosok Diva, Infiltrant atau Sarvara. oh ya, dan di novel yang pertama Ksatria, putri dan bintang jatuh itu bukannya Dimas dan Ruben yang menciptakan sosok Supernova, tapi pada novel yang Akar atau Gelombang itu (*saya lupa), mereka dapat email juga dari supernova. tapi itu cerita yang seru, dan saya masih penasaran dengan endingnya, di sini saya masih menunggu kedatangan Supernova selanjutnya. Intelegensi Embun Pagi. Semoga banyak kejutan yang tidak pernah saya duga. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat menunggu Grand Final, Supernova: Intelejensi Embun Pagi.

      Delete
  15. Kalo mnurut ane sih diva itu ya harbringer juga. Jd lengkap deh sama gio ada 6 hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Muhammad Riyaldi: Bisa jadi, masih banyak kemungkinan, kita sama-sama berpekulasi.

      Tapi saya menemukan keganjilan, di Novel Gelombang. Anomali, saat Diva si bintang Jatuh keberadaannya di Asko diusir oleh Gelombang, karena Gelombang menyatakan dirinya, dialah Arsitek Asko.

      Kita lihat Febuari 2016 ini yah. Sebab sebentar lagi akan terbit. Supernova Intelijensi Embun Pagi.

      Delete
  16. Saya malah berspekulasinya Ishtar itu Sarvara, Kell itu Infiltran. Waktu Alfa ketemu Ishtar, si Jaga Portibi muncul. Di alam mimpi juga Jaga Portibi tidak suka dengan Ishtar, padahal as we know, Jaga Portibi biasanya muncul saat Alfa dalam bahaya (karena Sarvara). Waktu Ishtar bersama Bodhi, dia berusaha membuka bandana Bodhi dan berakhir dengan Bodhi pingsan. Walaupun saya belum tahu apa maksudnya, tapi sepertinya itu membahayakan ingatan si Bodhi.

    Kenapa saya berpikir Kell infiltran, karena dia yang membantu Bodhi paham tentang gugus oktahedral, tree of life (yang ada kaitannya dengan akar), dll. Jadi saya pikir dia infiltran, sama kayak dr. Kalden. :)

    Kalau seorang infiltran bisa jadi sarvara untuk yang lain, masih bingung dengan konsepnya. Karena sepenangkap saya infiltran bertugas membantu peretas dan semua peretas itu saling berkaitan. Jadi kayaknya enggak ada yang infiltran untuk satu peretas tapi sarvara untuk peretas yang lain (in my opinion).

    Saya masih bingung sih sama konsep gugus oktahedral. Di Akar digambarkan bentuk oktahedral. Ada 8 gugus, 7 gugus (Bodhi, Elektra, Zarah, Alfa, Gio, maybe Ferre dan Diva?) dan 1 gugus tersembunyi (mungkin pusatnya?). Tapi di Partikel, di surat untuk Zarah dari S cuma dikatakan 7 gugus teraktivasi, tidak disebut 1 gugus lagi.

    Apa si Diva ini pusat dari gugus oktahedral? Tapi setuju sih, masih bingung kok Alfa mempertanyakan kehadiran Diva/Bintang Jatuh di Asko. Dan habis dia mempertanyakan itu, Asko 'runtuh' lagi. Kayak di film Inception, kalau si orang yang dimasuki mimpinya mulai sadar dengan kehadiran orang yang mau menginsepsikan pikiran ke dirinya, 'bangunan' mimpinya akan runtuh. Tapi si arsitek bangunan itu ternyata bukan Diva, tapi Alfa. Hahaha, makin ruwet.

    Jadi enggak sabar banget menunggu IEP keluar. Salam kenal sesama penggemar karya Dee. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga bilang Ishtar itu Sarvara untuk Alfa. Si Jaga Portibi, kalo nggak salah itu adalah Alfa sendiri. Saya baca Novel gelombang baru dua kali. tapi saya memahami, Si Jaga Portibi adalah Alfa sendiri. Kalo dari agama Hindhu, ada Jiwatman dan Atman. Si Jaga Portibi ini Jiwatman Alfa.

      Kell di nukilan Supernova Intelijensi Embun Pagi bilang dia tongkat estafet Alfa untuk action selanjutnya.

      Saya masih belum percaya dengan irama plot Dee, Dee pasti mau memainkan twist plot. Karena novel-novel Superova 1-5 semua planting-planting menuju Supernova IEP. dikuaknya misteri Tokoh Utama juga masih setengah-setengah, Plot Dee memang dibangun untuk membuat pembaca penasaran. Ya ini spekulasi saya: Kell Sarvara juga. kalo nanti di Supernova IEP benar Kell Infiltrant, yap selamat kamu benar. Saya juga sebenarnya menanamkan ide Kell Infiltrant sebab dia ingin mempertemukan Alfa dengan Bodhi, meski Alfa sudah dapat track Bodhi dari info tattoist di Bandung.

      Saya itu berpikir Kell Sarvara, gara-gara di keping awal Novel Gelombang. The Man With Red Montera bilang, akan diberikan musuh dan Pemadu yng tepat untuk para Harbinger/Peretas.

      Nah dari situ saya ter-planting berpikir jangan-jangan Kell Sarvara. Kadang ada musuh yang bertopeng kebaikan, memberitahukan tentang gugus Oktahedral, tapi diending, misal dia ternyata membunuh Bodhi. otak saya berimajinasi seperti itu.

      Kalo menurut saya Infiltran Bodhi itu Guru Liong yang merawatnya dari kecil hingga besar.

      Gugus Oktahedral tebakan saya, Fere, Gio, Bodhi, Elektra, Zarah, Alfa, Dimas, Ruben. (masih spekulasi)

      Pusatnya saya kira Fere, mungkin yah. mengingat dongeng Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh. Di dongeng itu Bintang jatuh yang jahat sekali menghancurkan cinta sang Ksatria, untuk merebut Sang Putri.

      Saya masih berspekulasi, Diva Sarvara untuk Gio dan Fere. Diva saya anggap jahat hahahaha...

      oke Selamat menunggu Febuari 2016 ini dimana Supernova IEP akan terbit.

      Dan berakhirlah semua spekulasi ini.

      Selamat menunggu Supernova IEP.

      Delete
  17. Wah seru baca reviewnya. Lebih seru lagi baca komen2nya. Jd suka ngepoin IG-nya Opan yah mas?hahaha. Semoga nanti akhir cerita Supernova bisa bikin semua hepi. Saya cukup hepi sih sama IEP hehehe

    ReplyDelete
  18. Kalo liat dari promo PO supernova IEP... Disitu kita bisa liat ada 8 logo...
    Logo Jaring.. Kemungkinan adalah bintang jatuh... Diva...
    Logo Akar... Bodhi...
    Logo Petir... Elektra...
    Logo Partikel... Zarah...
    Logo Gelombang... Alfa...
    Logo yang mungkin embun... Belum tahu siapa...?
    Logo Kabut... Gio...
    Logo terakhir mungkin Permata...

    ReplyDelete